Pelantikan pejabat Universitas Terbuka (UT) yang digelar di UTCC pada Jumat, 30 Januari 2026 menjadi momentum penting bagi transformasi kelembagaan UT. Melalui kebijakan yang tertuang dalam SK Rektor Nomor 333 Tahun 2026, UT menata ulang struktur organisasi dan tata kelola untuk menghadapi tuntutan internal dan eksternal yang semakin beragam.

Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa perubahan SOTK ini merupakan langkah besar kedua dalam sejarah UT, setelah transformasi awal menuju PTNBH. Penyempurnaan struktur ini disusun agar selaras dengan arah pembangunan nasional hingga 2045, sekaligus memperkuat kemampuan UT dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas.

Rektor juga memberikan apresiasi kepada MWA dan SAU yang berperan besar dalam mengokohkan struktur baru tersebut. Ia menekankan bahwa fakultas, pascasarjana, dan vokasi kini menjadi motor utama pengembangan akademik UT, sedangkan UT Daerah diposisikan sebagai ujung tombak layanan pendidikan di wilayah masing-masing. Penataan SDM dilakukan melalui proses seleksi yang profesional agar UT semakin kompetitif dan berdampak.

Struktur baru UT juga menghadirkan Sekretaris Universitas sebagai simpul koordinasi, penyaring aspirasi, dan penguat fungsi evaluasi, sehingga pengelolaan layanan akademik dan pembelajaran semakin terarah. Di sisi lain, UT terus memperbaiki layanan khas PJJ, termasuk reposisi peran dosen dan peningkatan fleksibilitas sistem ujian.

Dalam penutup sambutannya, Rektor mengingatkan para pejabat baru bahwa kepemimpinan menuntut kemampuan, integritas, dan loyalitas, serta kemampuan membangun sinergi di setiap unit kerja. Pelantikan ini meneguhkan komitmen UT dalam memperkuat SDM, institusi, dan kualitas layanan pendidikan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Scroll to Top